Postingan

Sholat Berjamaah

Bab Sholat Berjamaah  Di antara syi’ar Islam yang agung adalah shalat berjamaah. Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri dengan dua puluh tujuh derajat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: صَلَاةُ اَلْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ اَلْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً “Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendiri dengan dua puluh tujuh derajat.”(HR. Bukhari dan Muslim) Hukum Shalat Berjamaah Shalat berjamaah hukumnya wajib bagi setiap laki-laki yang sudah baligh (dewasa) dan mampu melakukannya, apabila ia mendengar panggilan adzan. Di antara dalil yang menunjukkan wajibnya adalah firman Allah Subhaanahu wa Ta’aala: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (terj. Al Baqarah: 43) Adapun bagi wanita tidak wajib, kalau pun mereka hendak ke masjid maka tidak mengapa, namun dengan syarat mereka tidak mengundang fitnah (seperti melepas jilbab) dan tidak memakai wewangian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi ...

4 Sahabat yang kita disuruh belajar Alquran padanya

4 Sahabat yang Ahli Membaca al-Quran disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits: خُذُوا القُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، وَسَالِمٍ، وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ “Ambillah Bacaan al-Quran dari empat orang: Abdullah bin Mas’ud, Salim, Mu’adz bin Jabal, dan Ubay bin Ka’ab.” (HR. Bukhari dalam shahihnya no. 4999 dari sahabat Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu) Dalam riwayat lain, خُذُوا الْقُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ: مِنِ ابْنِ أُمِّ عَبْدٍ فَبَدَأَ بِهِ وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ، وَسَالِمٍ مَوْلَى أَبِي حُذَيْفَةَ “Ambillah Bacaan Al-Quran dari empat orang: Ibnu Ummi Abd (Abdullah bin Mas’ud) -beliau mendahulukannya – kemudian Muadz bin jabal, Ubay bin Ka’ab lalu Salim bekas budak dari abu hudzaifah.” (HR. Muslim dalam shahihnya no. 2464 dari sahabat Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu) Para pembaca yang semoga diberi taufik oleh Allah Ta’ala, apabila kita melihat sabda Nabi Muhammad shallall...

Ghosob

Hukum Mengambil Dan Menguasai Hak Orang Lain Secara Zalim (bag. 1) ShareTweet Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du: Berikut ini pembahasan tentang ghasb atau merampas, mudah-mudahan risalah ini Allah jadikan ikhlas karena-Nya dan bermanfaat. Ta’rif (definisi) ghasb Kata Ghasb disebutkan dalam Alquran. Allah berfirman, أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا “Adapun perahu itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan perahu itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas setiap bahtera.” (Al Kahfi: 79) Ghasb secara bahasa artinya mengambil sesuatu secara zalim. Sedangkan menurut istilah fuqaha adalah mengambil dan atau menguasai ha...

10 GOLONGAN UMAT NABI MUHAMMAD SAW. TIDAK AKAN MASUK SURGA​

10 GOLONGAN UMAT NABI MUHAMMAD SAW. TIDAK AKAN MASUK SURGA​ "Ada 10 golongan dari umatku tidak akan masuk surga" Begitu mula mula Ibnu Abbas RA meriwayatkan sebuah hadist baginda nabi. ​"Siapa mereka ya Rasulullah?"​ 1. Al Qalla, 2. Al Jayyuf, 3. Al Qattaf, 4. Ad Daibub, 5. Ad Dayyuts, 6. Shahibul 'Athabah, 7. Shahibul Kubah, 8. Al 'Utul, 9. Az Zanim, dan 10. Al aq liwalidaith. ​"Terangkanlah siapa saja mereka itu?"​ ​Beliau menjawab.​ AL QALLA, ​adalah manusia penjilat, mencari muka pada penguasa.​ AL JAYYUF, ​adalah pencuri kain kafan kuburan.​ AL QATTAR, ​adalah para pengadu "domba".​ AL DAIBUB, ​adalah mucikari penjual perempuan sebagai pelacur.​ AD DAYYUTS, ​adalah orang yang tidak cemburu melihat istri dan anak gadisnya bergaul dengan laki laki lain.​ SHAHIBUL "ATHABAH, ​adalah para penabuh gendang besar.​ SHAHIBUL KUBAH, ​adalah para penabu...

Fiqh Puasa

Fiqih puasa..... Bagi manusia mengeluarkan gas dari jalan belakang adalah hal yang biasa. Peristiwa itu disebut dengan kentut.  Penyebabnya pun beragam, bisa dikarenakan terlalu banyak makan, atau sakit perut. Mengeluarkan kentut saat puasa adalah tidak membatalkan puasa. Tetapi bagaimana jika ia mengeluarkannya dalam air, batalkah puasanya? Syekh Zainuddin al Malibari di dalam kitab Fathul Mu’in menyebutkan ويفطر بدخول عين وان قلت الى ما يسمى جوفا اى جوف من مر كباطن اذن واخليل وهو مخرج البول ولبن “Dan puasa batal disebabkan masuknya sesuatu benda ...

BAJU HARI RAYA HASAN DAN HUSEIN

Suatu ketika.... Hari raya tinggal menghitung hari Hasan dan Husein bersedih karena mereka belum memiliki pakaian baru menjelang hari raya. Rumah tangga sayyidah Fatimah RA dan sayyidina Ali bin Abi Thalib tidak seperti sahabat-sahabat yang lain. Mereka termasuk barisan keluarga yang miskin kala itu, Sekalipun mereka  keluarga Rasulullah ﷺ Kesedihan Hasan dan Husein bertambah ketika melihat teman-teman seusia mereka di seluruh penjuru Madinah sudah memiliki pakaian baru untuk menyambut hari raya. Mereka pun tak tahan lagi untuk menahan kesedihannya hingga mereka pun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, “Wahai, Ibu....! Anak-anak di Madinah telah dihiasi dengan pakaian hari raya kecuali kami, mengapa ibu tidak menghiasi kami...?,” kata Hasan dan Husein. Fatimah pun hanya mampu menjawab: “Sesungguhnya pakaian kalian masih di tukang jahit...” katanya. Inilah Jawaban yang selalu diberikan Fatimah setiap hari ketika Hasan dan Husein kemba...

Wafatnya Rasulullah SAW

PESAN RASULULLAH SEBELUM BELIAU WAFAT Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril “Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW. Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagia...